Kamis, 20 Oktober 2011

Biar Langit Yang Memutuskan

Hangatnya perapian malam
Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu
Kesejukan sungai kebahagiaan
Bagai menatap senyummu
Damainya jiwaku..

Di mana.. belas kasih itu?
Bersamamu seperti mimpi semu
Hanya bisa merasakan abadinya duka
Dalam hati tersimpan banyak doa..

Kau bilang kita pasti bisa
Bisa paling mencintai
Bersama sampai tua
Bersatu hingga mati
Kau bilang perbanyak doa dan harapan
Impian kita pasti kan terwujud
Namun apa yang terjadi kini..?
Biarlah Langit yang memutuskan..

Satu keinginan..
Cinta kita jangan sampai berubah
Hati kita tetap menyatu
Menciptakan bahagia bersama
Tak semudah yang kita duga..

Bagaimana.. harus ku hentikan air mata?
Impian kita hanya sebatas dalam mimpi..
Biarlah Langit yang memutuskan
Tentang akhir cerita cinta kita..

Teriakan Hati

Disaat terpikir tenteng dia
Yang entah ada di mana
Terkadang hati teriak dengan kehampaannya
Mencari dan menunggu hati cintanya

Ku menangis tanpa air mata
Ku teriak tanpa suara
Hanya merasakan sakitnya hati
Begitu tersiksa menunggu yang di nanti

Begitu berat melepaskan rasa ini
Yang sudah merasuk dalam hati
Mungkin bila aku nanti mati
Sesalku akan abadi

Akankah penantian ini berujung bahagia
Ataukah hanya asa semata
Tapi hatiku kan selalu tegar menghadapinya
Walau akhirnya hanya membuat luka

Kenangan Kini

Kini malam kian gelap ku rasa di antara setia ku
Bersembunyi di balik wajah terangmu semakin gelisah ku
Ku pejam sejenak mata ini terngiang sedikit syahdu tentangmu

Tentang masa yg punah bersama indah
Entah mengapa suara itu terus membisik saat ku sendiri
Bisikan terakhir kau di sana

Hanya aku sia2kan waktu

Kebodohan ku sangat tak berarti
Sungguh semu bidadari dalam mimpi q kira kau mampu mengganti
Malang kau pun pergi
Bersembunyi di balik tangis langkah ku terhenti dihatimu


Laknat benar aku ini
Sia2kan kau yg terlahir dalam lembut yg mncinta dgn sempurna
Bukan cinta jika aku merengek dengan sedikit tangis menepis bahwa tak cintai ini
Apakah kau mengerti apakah ini?
Rasakan jarak antara kamu dan kau

Rasa kemarin


Kemarin aku dengar kata yang menyakitkan
kata darimu yang ku sayang
pecahkan hatiku yang mencintaimu

Mungkin cinta itu harus lama mengenal
sedangkan aku terlalu cepat
sama cepatnya dengan bayangmu yg masuk dalam hatiku

Kini entah harus aku bayanganmu itu ?
aku lupakan atau ku biarkan tetap tinggal

Semoga gelap malam segera bisa mengajariku doa melupakan rasa itu, agar detak jantungku normal di hadapmu ta’ lagi bergemuruh agar bibirku ta’ lg kelu menyapamu

ajari aku menjadikanmu biasa !

Penyesalanku terhadapmu

Semua yang telah berlalu
t’lah membuatku mengingkari janjiku sendiri
janji yang membawa penyesalan
t’lah membuatmu kecewa
t’lah membuatmu berpaling dari hati ini

Dalam tidur setiap malamku
terlelap dalam gelap berharap mendapat ketenangan
ketenangan dan ketentraman yang kuharap
hanya impian semata

Karena ketenangan dan ketentraman
berada dalam dirimu DEWI
Maafkan aku atas semua kebodohanku
maafkan aku atas penyia-nyiaan ku terhadapmu DEWI

Sugguh ke mencintai, menyayangi dan mengasihi dirimu

Menantang sang surya

dalam dinginnya malam ini kadang kuteringat akan dirimu …
teringat ketika senyummu masih untukku …
yang selalu hadir dalam mimpiku …
yang sampai saat ini masih terbayang dipelupuk mataku …

kau yang dulu kucinta …
dan sampai kapanpun kau selalu kucinta …
kini pergi tinggalkan untukku hanya sisa …
rasa pahit yang selalu terbayang jelas diingatanku …

memang ku tak pernah bisa menyadari …
semua keegoisanku pada diri …
mungkin itu yang membuatmu lelah dan muak …
hingga kau tinggalkanku sendiri …

tak banyak kata lain untukmu lagi …
selain kata “aku masih sayang kamu” …
hanya itu yang masih melekat difikiranku …
tak pernah hilang dalam dekapan waktu yang terluka …

disini dibatas senja kuberdiri …
menantang sang surya tuk tak tenggelam …
supaya ku tak telelap dalam tidur …
supaya ku tak terhanyut dalam lamunan ….

Puisi Untuk Sahabat

Mungkin waktu kan terus berlalu, membawa buih-buih pergi menjauh. 
Dan manusia hanyalah butir pasir berserak di hamparan zaman, yang mengikuti kemana angin takdir berhembus.
Dan mungkin waktu melapukkan batu, membuat besi menjadi karat; Mengubah dunia menjadi tidak seperti yang kita kira dan angankan.
Walau sungguh pun waktu berkuasa, persahabatan sejati takkan mudah pudar olehnya.

Akan kenangan saat mimpi-mimpi bersemi semerbak, dan akan kenangan saat mimpi-mimpi terhempas berkeping di jalan berlubang kehidupan -- dan kau ada di sana sebagai sahabat yang memahami segala keluh kesah.
Atas kebaikan yang mungkin tidak kau sadari, oleh sekedar canda yang membuat hidup ini lebih memiliki arti; menjauhkan rasa nyeri sedari.

Dan sahabat, jika apa yang kita miliki memang persahabatan yang tulus, maka ada tali silaturahmi yang mesti kita jaga.
Walau jarak merenggangkan ikatan, dan harapan-harapan membawa kita berlayar ke negeri-negeri asing; ketahuilah bahwa ada seorang sahabat yang akan membantumu jika engkau membutuhkannya.

Kado ini tak lebih berharga ketimbang kebaikanmu selama ini. Hanya sekeping tanda mata agar kau tak lupa, bahwa ada – ada bahagia untuk menjadi seorang saudara.

Ruang Rindu


Semilir rasa membelai jiwa
Tercium aroma yang jauh disana
Adakah sama yang kau rasa
Disini aku ingat dirimu saja
Bayang-bayang rindu tawa
Hiasi dalam beranda
Warna-warna canda tawa
Dirimu yang jauh disana
Terngiang suara ditelinga
Merdu membisikkan kata
Penuhi ruang rindu di jiwa
Darimu yang jauh disana
Rindu padamu sungguh aku rasa
Beranda hatiku hanya gambarmu saja
Engkau yang jauh disana
Semoga merasakan rinduku juga

Tentang Sahabatku


Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan
Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian
Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran
Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian
Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan
Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya
Dan ini akhir dari apa yang kita sebut puisi persahabatan,

Puisi Saat waktu Tentang Persahabatan


Seandainya waktu dapat di arahkan
aku ingin kau kembali
menemani hati perih
yang selalu menunggu kedatanganmu
bulan kini tiada mempunyai bintang
sama halnya dengan ku
tak pernah ku sangka secepat
itukah kau pergi
sobat temani aku dalam mimpi
agar tiada lagi kesediaan di hati
walau itu tak kan mungkin
tapi kukan selalu berharap
persahabatan
kuukir cinta didalam sanibari ku
kau bagaikan embun yg membasahii daun cinta ku
kau bagaikan mawar yg menghiasi jantung hati ku
setiap detik kau slalu di hati ku
kau bagaikan mutiara yg berkilau kilau
kau menerangi ku dngn cahaya mutiara mu
kau slalu ada dlm suka dan duka ku
kini ku sadar ku tk mau kehilangan kmu
kau cahaya cinta ku

Sepatah Kata Untuk Sahabat


Bisik jiwa tlah terputus dalam satu hembusan nafas
Janji suci tlah kau ingkari tuk bersama
Dalam tawa dan duka
Yakinlah selalu … sobat
Bawa segala luka yang menyobek hatimu
Adalah pisau yang mengalir di setiap tetes darahku
Kesedihan yang nampak di raut mukamu
Adalah kepedihan terdalamku
Ketidakramahan dirimu adalah penyobek hatiku
Taukah kau sobat?
Bahwa secercah tawa yang dulu slalu menghiasi wajahmu
Kini tlah pudar dan bukan lagi
Kebanggaan dalam tali hati antara kau dan aku
Kini kau telah melepas jemari itu
Padahal aku rapuh tanpa tangan itu
Aku ingin kau selalu menjaga dan melindungiku
Sobat …
Sebuah tamparan yang selalu kudapat bila kusalah
Sebuah bimbingan yang selalu merangkulku bila kulemah
Kini tak akan pernah kudapati lagi
Kemana aku harus mencari itu semua?
Kau pergi tanpa mengucap sepatah kata pun
Kau telah memutus persahabatan itu
Persahabatan yang suci
Kini tlah kau nodai dengan kebungkaman, kebohongan, dan kebosanan
Semuanya penuh kepura-puraan
Kau jadikan persahabatan
Sebagai tempat berlabuh
Tuk mencari pengalaman kehidupan
Kenapa kau lakukan ini?
Ku diam dalam kebungkaman yang penuh kesakitan
Sedangkan dirimu tertawa penuh keriangan
Lalu kini ku bertanya:
Apa menurutmu seorang sahabat?
And sahabat yang tulus seperti apa?
Kau hanya diam tak bisa menjawab
Sobat …
Maafkan diri ini bila diri ini bersalah
Meski kau telah pergi
Bagiku kau selalu ada dalam hatiku
Karena kau adalah sahabatku
Dari dulu dan sampai kapan pun

Best Friend

Whenever you're sad,
or feeling blue,
Just call on me.
I'll be here for you.

Whenever you're happy,
or feeling sad,
Just call on me.
You are going to be glad that you had.

'Cause I'm gonna be there
with open arms.
I'm going to be there
to bear your arms.

I may be young,
or tiny like a bug,
but when you're sad
I swear to God,
I give the biggest hugs.

So when you're lonely
or just plain blue,
Just think of me,
or this poem,
And I'll come to you.

Friend

Take my hand and follow me
to that place I long to be.
Take my hand and trust my way,
in that place forever stay.
Follow me toward the sand;
we'll run and play, hand in hand.
Take my heart and hold it true;
forever I'll stay close to you.
Seize my words and listen well,
then forever I will tell.
Release your heart and feelings too,
just as I will do for you.
Trust your heart and follow me,
to that place we long to be. 

Nyanyian Sahabat

Persahabatan ialah hidup
Ia mengalir di darah ku
Bergetar di nadi ku
Berirama di tiap detak jantung ku


Persahabatan ialah kokoh
Setegar batu karang
Seperti tembok cina
Ia akan selalu tegak dalam dada yang selalu memandag langit


Nyanyian ini untukmu kawan


Untuk setiap langkah yang selalu kau jejakkan
Pada jalan-jalan takdir yang mengurat di telapak kaki
Untuk bersama kita di detik terakhir
Dan untuk selamanya kebisingan ini


Persahabatan adalah nyanyian
Ia mengaun di setiap desah nafas ku

Rabu, 19 Oktober 2011

Rindu Hujan

Rindu bermandikan hujan,
ketika ku berlari tanpa alas kaki..

Merentangkan kedua tanganku,
bebas....
Meneriakan namamu,
parau....
Menangisimu,
pilu...

Air mataku menyatu bersama hujan..
Luruh begitu saja,...

Pedang langit menyambar,
langit berwajah muram..
Membangunkan sgala mimpi,
tentang aku, kamu, dan hujan...


Selamat Ulang Tahun




Ketika waktu tlah berganti..
Terdengar lembut angin malam menyapa..

Walau tak membawa kehangatan,
Tapi kesejukan hati yang didapat..
Dengan beribu berkah dari yang Kuasa..
Begitu Besar Rahmat-Mu Ya Illahi..

Begitupun harapan dan sayangku pada kekasihku..
Padamu yang saat ini ber-Ulang Tahun..
Tiada kado istimewa yang dapat aku berikan..
Hanya doa dan harapan yang terbaik,
untukmu kasihku..
Dan untuk hubungan kita..

Selamat ulang tahun..

Ucapan Untukmu


Bait kata yang kau harap baru sempat aku kirim..
Meski sudah aku tulis lama..
Setelah denting senyummu enggan berlalu dariku.
Yang bertahta di kerajaan kalbu.

Mungkin bait tanya tlah lama mengurungmu dalam kata,
Yang entah menemani saat senyap tiba..
Mungkin ada maaf darimu,
Jika nanti bait sajakku tiba dengan bait2 yang patah..
Usai menempuh lorong waktu..
Yang mungkin tak pernah bisa kita pahami..

Pada saatnya,
Di ujung perjalanan
Akan kubingkai binar matamu
Lalu ku genggam dirimu
Dan kubuat kau terjaga dari lelapmu..

Selamat Tidur

Dikala terang berganti kelam..
kupu-kupu pejamkan mata..
kunang-kunang terangi maya pada..
bila raga telah letih berjalan..
tidur adalah satu tujuan..
untuk mendapatkan kedamaian..

Tidurlah wahai kasihku..
berselimut bulan dan bintang..
seiring dengan do’a ku..
semoga para malaikat surga..
menjaga lelapmu..
hingga pagi kembali menyambutmu..


Setia Waktuku



Malam sudah begitu larut.
Hingga matapun tak tahan dalam sayup..
Kau yang lelah tersandar di kursi.
Cepatlah kau beralih dalam tempatmu..
Ku selalu menjagamu dalam mimpi dan bayang indahmu..

Di sini ku bercerita.
Tuk sekedar membuatmu terlelap dalam tidur..
Agar terjaga dari bagun yang tak di sengaja.
Bila kau bermimpi..
Lekaslah kembali ke dalam taman bunga.
Seperti yang kau impikan kemarin.
Tentang kita berdua penuh canda cinta..

Di mimpimu ku hadirkan sebuah keindahan.
Cinta yang akan selalu ku berikan padamu..
Ku ucap dalam kenyataan ini.
Malam sudah semakin larut.
Hanya gelap yang masih menjadi kenyataan malam ini..
Di temani purnama yang indah dengan cahayanya.
Selamat tidur sahabat terkasihku.

Perih



Bersama derai air mataku ku goreskan luka ini
Berakhir sudah kisah persahabatan yang selama ini ku banggakan…
Inilah hal paling aku takutkan terjadi,tapi terjadi juga…
                              

                            Tuhan…..
                            Lihat air mata ini…
                            Lihat kehancuran hati ini…

                            Hambah sedih Tuhan…sungguh sangat sedih….
                            Baru kali ini aku rasakan sakitnya jadi manusia yg terluka karena persahabatan


    Perih……sakit…….
    Entah kemana perginya ketegaranku…

    Adakah kau juga rasakan ini sobat???
    Adakah kau juga sesedih aku???


Berjuta detik waktu kujaga perasaan ini…
Ternyata hanya berakhir sia-sia….
Kan ku coba terima semua ini walau pahit…
Di ujung jalan sana pasti ada setitik kebahagian
Yang lebih indah dari apa yang pernah ku rasakan
Tuhan…tuntun hamba keluar dari luka ini…

Cakrawala Cinta di Sebuah Senja



Pohonan senja
kilau daundaun bagai kristal tertiup angin
kesunyian terbakar di pucukpucuk ilalang
menyemburkan cahaya ke dalam kalbu.
Surya bagai softlens jingga
di bola matamu cakrawala cinta.


Pendarpendar telaga
dengan selendang gelombang
menari meliuk menyeret jantungku
jemarijemari ombak merepih bak lentik penari Bali
menyempurnakan sudut akhir kerlingan mata.
Aku tersungkur di ceruk matamu.

Guguran kelopak seroja
menjelma perahu
menuntun matahari ke dalam kelambu.
Diamdiam aku terhanyut
ke lubuk hatimu. Tempat paling khusuk
untuk sepucuk puisi.


Seikat Pelangi Seribu Puisi

Lihatlah gerimis berbaris di tipis senja
di taman itu, pendarpendar mentari menari
di atas daundaun basah
aku hanyut pada parasmu yang basah.

Tiada yang sungguh indah dari cakrawala cinta
ketika bening tetes hujan menggenang lekuk merah bibirmu
senyum terkulum, mataair dengan sekuntum padma
mengalir hening ke relung sukma.

Ada seikat pelangi di balik gerimismu
cahayanya terurai dalam lariklarik puisi
bercucuran di sudut matamu
melukiskan berjuta pixel warna cinta.